Kota dengan penduduk tinggal di bawah tanah
Kota dengan penduduk tinggal di bawah tanah

Kota dengan penduduk tinggal di bawah tanah

Coober Pedy - Australia, Coober Pedy adalah sebuah kota pertambangan batu opal (adalah batu permata yang unik karena kemampuannya dalam memantulkan cahaya dan dapat memancarkan warna yang berapi-api), dengan populasi sekitar 2.500 orang. Sebagian besar rumah di kota ini dibangun di bawah tanah dengan menggunakan batu pasir dan batu siltstone. Tanda-tanda rumah di Coober Pedy hanya terlihat dari sumur ventilasi tinggi dan tumpukan tanah di dekat pintu masuk.

Gaya hidup di bawah tanah ini mungkin terlihat aneh selama musim dingin. Namun, suhu di Coober Pedy bisa mencapai 52°C (126°F) pada musim panas, menjelaskan mengapa hal ini terjadi. Bahkan burung-burung pun diketahui jatuh dari langit dan peralatan elektronikpun harus disimpan di dalam kulkas untuk mencegah kerusakan.

Coober Pedy bukanlah permukiman bawah tanah pertama atau terbesar di dunia. Sejak ribuan tahun yang lalu, manusia telah mencari perlindungan di bawah tanah untuk mengatasi iklim yang sulit. Mulai dari leluhur manusia yang meninggalkan alat mereka di gua di Afrika Selatan dua juta tahun yang lalu, hingga Neanderthal yang menciptakan stalagmit di gua di Prancis selama zaman es 176.000 tahun yang lalu. Bahkan, serigala pun diketahui berkumpul di gua-gua untuk mengurangi panas siang yang ekstrem di tenggara Senegal.

Contohnya adalah wilayah Kapadokia, tepatnya terletak di kota Derinkuyu yang merupakan Kota bawah tanah (Derinkuyu Yeraltı Åžehri, artinya: "sumur dalam" adalah suatu kota bawah tanah kuno yang bertingkat-tingkat, tepatnya di Subprovinsi Derinkuyu, Provinsi NevÅŸehir, Turki. Dengan kedalaman hingga 54 m (177 kaki) di bawah permukaan tanah, kota tersebut dapat menampung hingga sekitar 20.000 orang beserta hewan ternak dan bahan makanan mereka. Kota ini merupakan distrik kuno di tengah Turki, terletak di atas dataran tandus yang terkenal dengan geologinya yang mencolok dan hampir mirip dengan dunia fantasi. Lanskapnya terdiri dari puncak-puncak, cerobong asap, dan menara batu terpahat seperti dalam cerita dongeng. Namun, yang sebenarnya menakjubkan adalah apa yang tersembunyi di dalamnya. 

Derinkuyu hanyalah satu dari ratusan pemukiman gua dan kota bawah tanah di wilayah ini. Dibangun sekitar abad ke-8 SM, tempat ini telah terus ditempati selama ribuan tahun. Terdiri dari sumur ventilasi, sumur, kandang, gudang, dan jaringan rumah bawah tanah yang luas, tempat ini juga berfungsi sebagai perlindungan darurat bagi hingga 20.000 orang saat terjadi invasi.

Seperti di Coober Pedy, hidup di bawah tanah membantu penduduk wilayah ini mengatasi iklim benua yang bervariasi. Di luar rumah, suhu di wilayah ini berkisar dari di bawah nol hingga di atas 30°C (86°F). Namun, di bawah tanah suhunya selalu konstan pada 13°C (55°F). Gua-gua buatan manusia di wilayah ini terkenal karena kemampuan pendinginan pasifnya. Teknik ini melibatkan pemilihan desain bangunan untuk mengurangi pemanasan dan kehilangan panas tanpa menggunakan energi eksternal. Saat ini, terowongan dan lorong kuno di Cappadocia dipenuhi dengan ribuan ton kentang, lemon, kol, dan hasil pertanian lainnya yang perlu disimpan dalam lemari pendingin. Permintaan yang tinggi telah menyebabkan pembangunan beberapa gua baru.

Di Coober Pedy, bangunan bawah tanah harus mencapai kedalaman minimal 4 meter (13 kaki) agar atapnya tidak runtuh. Suhu di dalam bangunan tetap nyaman sekitar 23°C (73°F). Sedangkan penduduk yang tinggal di atas tanah harus menanggung musim panas yang sangat panas dan malam musim dingin yang dingin, dengan suhu turun hingga 2-3°C (36-37°F). Namun, rumah-rumah bawah tanah di Coober Pedy tetap nyaman sepanjang hari dan sepanjang tahun.


Restoran bawah tanah di Coober Pedy

Restoran bawah tanah di Coober Pedy

Toko perhiasan bawah tanah di Coober Pedy

Kamar motel bawah tanah di Coober Pedy.

Selain kenyamanan, salah satu keuntungan utama hidup di bawah tanah adalah aspek keuangan. Meskipun Coober Pedy menghasilkan listrik sendiri, dengan 70% energinya berasal dari energi angin dan surya, tetapi menggunakan pendingin udara secara rutin biayanya sangatlah mahal. Menurut Jason Wright, seorang penduduk yang mengelola Riba's "Untuk tinggal di atas tanah, Anda harus membayar harga yang sangat mahal untuk menggunakan pemanas dan pendingin, terutama saat suhu mencapai lebih dari 50°C (122°F) pada musim panas".

Banyak rumah bawah tanah di Coober Pedy dapat dibeli dengan harga yang terjangkau. Selama lelang terbaru, rumah tiga kamar tidur rata-ratanya terjual seharga sekitar AU$40.000 (Rp. 437.000.000). Meskipun propertinya sederhana dan membutuhkan renovasi, tetapi dibandingkan dengan mebeli rumah diperkotaan terdekat di australia perbadingan harganya sangatlah signifikan, contohnya di kota Adelaide, di mana harga rata-rata rumah adalah AU$700.000 (Rp. 7.641.000.000).

RECENT POSTS
    Info Unik